Pengertian dan Jenis Kartel ; Istilah karte.J terdapat da1am beberapa bahasa seperti "cartel" dalam bahasa Inggris dan "kartel" dalam bahasa Belanda. "Cartel" disebut juga "syndicate" yaitu suatu kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan produsen dan lain-lain yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal, seperti harga, wilayah pemasaran dan sebagainya, dengan tujuan menekan persaingan dan meraih keuntungan.
Selanjutnya menurut Winardi kartel itu merupakan gabungan atau persetujuan (conventie) antara pengusaha-pengusaha yang secara yuridis dan ekonomis berdiri sendiri. Untuk mencapai sasaran; peniadaan sebagian atau seluruh persaingan antar pengusaha, untuk dapat menguasai pasar, hat mana biasanya tujuan pembentukan kartel, diperlukan syarat bahwa kartel mencakup bagian terbesar dari badan. badan usaha yang ada, dengan ketentuan bahwa mereka menggarap pasaran yang bersangkutan.
Berdiri sendirinya badan.badan usaha tersebut, membedakan kartel dengan bentuk.bentuk trust dan konsern. Hal tersebut tetap dipertahankan sekalipun kerjasama pada penjualan demikian jauh hingga dibentuk suatu kantor penjualan bersama (gemeinschappelijk - verkoopkantoor) yang membagi pesanan-pesanan menurut ketentuan- ketentuan yang ditetapkan atas badan-badan usaha yang
menjadi anggota.
Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. Berdasarkan definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap bersalah jika menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel biasanya timbul dalam kondisi oligopoli, dimana terdapat sejumlah kecil penjual.
Jenis-jenis Kartel
1. Kartel harga pokok (prijskartel)
Di dalam kartel harga pokok, anggota-anggota menciptakan peraturan
diantara mereka untuk perhitungan ka.Jkulasi harga pokok dan besarnya Isba. Pada kartel jenis ini ditetapkan harga-harga penjualan bagi para anggota kartel. Benih dari persaingan kerapkali juga datang dari perhitungan Isba yang akan diperoleh suatu badan usaha. Dengan menyeragamkan tingginya labs maka persaingan diantara mereka dapat dihindarkan.
2. Kartel harga
Dalam kartel ini ditetapkan harga minimum untuk penjualan barang-barang yang mereka produksi atau perdagangkan. Setiap anggota tidak diperkenankan untuk menjual barang-barangnya dengan harga yang bebas rendah daripada harga yang telah ditetapkan itu. Pada dasarnya anggota-anggota itu diperbolehkan menjual di atas penetapan harga akan tetapi atas tanggung jawab sendiri.
3. Kartel syarat
Dalam kartel ini memerlukan penetapan-penetapan di dalam syarat-syarat penjualan misalnya. Kartel juga menetapkan standar kwalitas barang yang dihasilkan atau dijual, menetapkan syarat-syarat pengiriman. Apakah ditetapkan loco gudang, Fob, C & F, Cif, embalase atau pembungkusan dan syarat-syarat pengiriman lainnya, yang dikehendaki adalah keseragaman diantara para anggota yang tergabung dibawah kartel. Keseragaman itu perlu di dalam kebijaksanaan harga, sehingga tidak akan terjadi persaingan diantara mereka.
4. Kartel rayon
Kartel rayon atau kadang-kadang juga disebut kartel wilayah pemasaran untuk mereka. Penetapan wilayah ini kemudian diikuti oleh penetapan harga untuk masing-masing daerah. Dalam pada itu kartel rayon pun menentukan pula suatu peraturan bahwa setiap anggota tidak diperkenankan menjual barang-barangnya di daerah. lain. Oengan ini dapat dicegah persaingan diantara anggota, yang
mungkin harga-harga barangnya berlainan.
5. Kartel kontigentering
Di dalam jenis kartel ini, masing-masing anggota kartel diberikan jatah dalam banyaknya produksi yang diperbolehkan. Biasanya perusahaan yang memproduksi lebih sedikit daripada jatah yang sisanya menurut ketentuan, akan diberi premi hadiah. Akan tetapi sebaliknya akan didenda. Maksud dari peraturan ini adalah untuk mengadakan restriksi yang ketal terhadap banyaknya persediaan sehingga harga barang-barang yang mereka jual dapat dinaikkan. Ambisi kartel kontingentering biasanya untuk mempermainkan jumlah persediaan barang dan dengan cara itu harus berada dalam kekuasaannya.
6. Sindikat penjualan atau kantor sentral penjualan
Di dalam kartel penjualan ditentukan bahwa penjualan hasil produksi dari anggota harus melewati sebuah badan tunggal ialah kantor penjualan pusat. Persaingan diantara mereka akan dapat dihindarkan karenanya.
7. Kartellaba atau pool
Di dalam kartel laba, anggota kartel biasanya menentukan peraturan yang berhubungan dengan laba yang mereka peroleh. Misalnya bahwa laba kotor harus disentralisasikan pada suatu kas umum kartel, kemudian laba bersih kartel, dibagibagikan diantara mereka dengan perbandingan yang tertentu pula.
Pengertian dan Jenis Kartel
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Daftar Isi Blog
-
►
2011
(15)
-
►
May
(7)
- how to send money from BPI to another BPI account
- Process Activities Supply chain management (SCM)
- Tips To Predict Ebusiness Marketing Trends
- tips marketing strategies for companies brands
- Best Key Rules To Close The Sale
- tips to help you design a Facebook presence that m...
- The case for online marketing management
-
►
May
(7)
-
▼
2010
(1443)
-
►
November
(17)
- Pengertian Kenakalan Remaja
- Pengertian dan Difinisi Visual Basic
- Pengertian dan Cara membuat Kata Pengantar
- kisah para pengusaha yang memulai karirnya di bawa...
- Top 10 Online Shopping Tips for holiday shoppers
- Acas Online Business Tool
- cheat zynga poker Bot 2010 Full Version Strategy D...
- Cara meningkatkan kualitas Pribadi Anda Total Qual...
- Diagram tulang ikan Quality Management
- Pengertian Break Even Point Titik impas
- Investasi awal dan biaya berlangsung
- Hasil Pilkada Tangerang Selatan 2010
- Isu Sms Gunung Merapi Akan Meletus 8 november
- Peternak Ayam Hutan di Lampung
- Pengertian perfect competition
- Pengertian Cheque atau cek
- Kiat sukses Dalam Menjalani Bisnis Online
-
▼
October
(41)
- Penghitungan Sementara Hasil Pilkada Pemalang
- Hasil Quik Count Pilkada Pemalang 2010
- Hasil Pilkada Bandung Putaran Dua
- Alasan Perusahaan Melakukan Merger dan Akuisisi
- pengertian merger konsolidasi dan akuisisi
- Pengertian dan Jenis Kartel
- Definisi perusahaan holding company
- Hukum Menerima Uang Jasa dari Lembaga Pembiayaan
- Hasil quick count pilkada batanghari periode 2010-...
- Analisa Keberhasilan Revitalisasi Ketenagakerjaan ...
- Hasil Quik Count Pilkada Tanjung Jabung Barat 2010...
- Analisa Peningkatan nilai kapitalisasi dan transak...
- Pengertian Total Quality Manajemen
- Perkembangan Teori Ilmu Ekonomi
- Faktor yang mempengaruhi pergerakan harga pasar sa...
- Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja
- Penggunaan Balanced Scorecard Pada Organisasi Peme...
- Kebijakan dan Prosedur Sumber Daya Manusia
- Pengertian Portofolio Investasi
- Konsep dasar Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis S...
- Tujuan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah...
- Pengertian Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sek...
- Lessons of the product life cycle (PLC)
- Jenis dan Fungsi Pasar Modal
- Pengertian Pasar Modal Menurut Para Pakar
- Update Hasil Pilkada Kota Depok
- Hasil Quick Count Pilkada Depok Periode 2010
- Commodity Price Movement Analysis October
- Hasil Pilkada Samarinda
- Essential Principles of Career Success
- Keterampilan Dasar yang perlu dimiliki Manajer
- Planning A New Career After a Lay off
- How to Planning for Career Success
- Cara melakukan Oral Seks yang Sehat dan Aman
- Sejarah Terbentuknya Republik Maluku Selatan RMS
- Video Suara Ayam Pelung
- Cara pembuatan Kerajinan tangan dari Kuningan dan ...
- Cara Mengatasi Kesulitan dalam Membuka Usaha
- Ukiran Alam Unik di Gua Maharani Lamongan
- Kunci Meraih Bisnis yang sukses
- Hasil sementara Pilkada Pandeglang 2010
-
►
November
(17)












0 komentar:
Post a Comment
Habis baca baca jangan lupa Komentarnya Broo